Sakit kepala tegang (tension-type headache, TTH) adalah sakit kepala primer, artinya tidak disebabkan oleh penyakit lain. Nyerinya umumnya terasa seperti tekanan atau ikatan di kedua sisi kepala, dengan intensitas ringan sampai sedang. Ini jenis sakit kepala yang paling sering dialami, dengan estimasi prevalensi global sekitar 26%.
Sebagai sakit kepala primer, sakit kepala tegang bukan tanda penyakit lain, tetapi tetap bisa mengganggu konsentrasi, tidur, dan pekerjaan. Artikel ini membantu Anda mengenali cirinya, membedakannya dari migrain dan sakit kepala yang berasal dari leher, mengetahui kapan perlu segera diperiksa, serta memahami apa yang realistis dapat dilakukan fisioterapi.
Seperti apa sakit kepala tegang itu?
Sakit kepala tegang biasanya terasa menekan atau mengencang, bukan berdenyut. Nyerinya muncul di kedua sisi kepala (dahi, pelipis, atau belakang kepala) dan umumnya tidak memburuk saat Anda berjalan atau naik tangga. Mual atau muntah bukan ciri khasnya. Sebagian orang sensitif terhadap cahaya atau suara, tetapi tidak keduanya sekaligus. Satu episode dapat berlangsung dari 30 menit sampai 7 hari (kriteria ICHD-3, sebagaimana dirangkum dalam tinjauan sistematik Repiso-Guardeño dkk., 2023).
Bila sakit kepala Anda justru jelas memburuk setiap kali berjalan atau naik tangga, pola itu kurang khas untuk sakit kepala tegang dan sebaiknya diperiksa.
Diagnosis sakit kepala tegang ditegakkan dari cerita dan pemeriksaan klinis, karena tidak ada penanda biologis khusus untuk kondisi ini. Hasil scan yang normal tidak berarti sakit kepala Anda tidak nyata.
Berdasarkan frekuensinya, sakit kepala tegang dibagi tiga:
- Episodik jarang: kurang dari 1 hari per bulan.
- Episodik sering: 1–14 hari per bulan selama lebih dari 3 bulan.
- Kronis: 15 hari atau lebih per bulan selama lebih dari 3 bulan.
Semakin sering sakit kepala tegang muncul, semakin layak Anda menelaah pola tidur, stres, dan pemakaian obat, yang dibahas di bagian berikut.
Apa bedanya dengan migrain dan sakit kepala dari leher?
Sakit kepala tegang, migrain, dan sakit kepala servikogenik (cervicogenic headache, sakit kepala yang bersumber dari masalah lokal di leher) sama-sama bisa disertai leher tegang atau nyeri, sehingga sering tertukar. Perbedaan yang paling berguna:
- Sakit kepala tegang: dua sisi, menekan, ringan sampai sedang, tanpa mual.
- Migrain: sedang sampai berat, sering lebih berat di satu sisi sebelum menyebar ke kedua sisi, kerap disertai mual serta sensitif terhadap cahaya atau suara. Penderitanya cenderung ingin berbaring dan menenangkan diri.
- Sakit kepala servikogenik: nyeri leher muncul lebih dulu lalu menjalar ke kepala, biasanya satu sisi, dan gerakan leher tertentu dapat memicunya.
Menurut Choose Physio (Australian Physiotherapy Association, APA), pada sakit kepala tegang dan migrain, nyeri leher umumnya merupakan penjalaran dari sakit kepala. Pada sakit kepala servikogenik urutannya terbalik. Chartered Society of Physiotherapy (CSP) mencatat bahwa nyeri leher sangat sering menyertai migrain dan sakit kepala tegang, sehingga sakit kepala servikogenik cenderung terlalu sering didiagnosis. Jadi, leher yang tegang saat sakit kepala tidak otomatis berarti sumber masalahnya ada di leher.
Membedakan ketiganya penting karena setiap jenis membutuhkan penanganan yang berbeda. Tinjauan sistematik 2023 juga menyebut bahwa banyak penderita migrain mengalami episode yang mirip sakit kepala tegang tanpa menyadarinya.
Mengapa sakit kepala tegang bisa muncul?
Penyebab sakit kepala tegang belum sepenuhnya dipahami. Model yang paling banyak diterima melibatkan dua lapis. Pertama, otot di kepala, leher, dan rahang (misalnya otot di dasar tengkorak, pelipis, dan bahu atas) dapat menjadi peka dan terus mengirim sinyal nyeri. Kedua, bila sinyal itu berulang, sistem saraf pusat dapat menjadi lebih peka terhadap nyeri (sensitisasi), sehingga sakit kepala makin mudah muncul dan makin sering.
Faktor yang dikaitkan dengan sakit kepala tegang yang lebih sering meliputi stres, gangguan tidur, kurangnya relaksasi, sikap tubuh, dan pemakaian obat pereda nyeri yang berlebihan. Peran postur sendiri belum sepenuhnya jelas: penulis tinjauan tersebut masih menyarankan penelitian lanjutan tentang hubungan posisi kepala–leher dengan sakit kepala tegang kronis. Artinya, "postur buruk" bukan satu-satunya tersangka, dan Anda tidak perlu menyalahkan diri sendiri.
Gagasan bahwa nyeri tidak selalu berarti ada kerusakan struktur juga kami bahas di artikel Nyeri Pinggang: Mengapa Bisa Terjadi dan Kapan Perlu Diperiksa?
Bagaimana dampaknya pada aktivitas sehari-hari?
Sakit kepala tegang penting bukan hanya karena intensitasnya, tetapi karena dampaknya pada fungsi. Misalnya, sulit fokus saat bekerja di depan layar atau mengemudi, tidur yang terganggu, serta tugas rumah dan kegiatan sosial yang ditunda. Tinjauan sistematik 2023 mencatat bahwa sakit kepala tegang yang berat dapat meningkatkan ketidakhadiran kerja, mengurangi kegiatan sosial, dan pada sebagian orang berkaitan dengan suasana hati yang menurun.
Pertanyaan yang lebih berguna daripada "seberapa sakit?" adalah "aktivitas apa yang terganggu, dan kapan biasanya muncul?" Jawabannya membantu menemukan pemicu dan menentukan langkah berikutnya.
Kapan sakit kepala perlu segera diperiksa?
Sakit kepala juga bisa disebabkan penyakit lain (sakit kepala sekunder). Penyebab serius seperti gangguan pembuluh darah memang sangat jarang, tetapi dampaknya besar bila terlewat (CSP). Segera cari pertolongan medis (dokter atau IGD) bila sakit kepala:
- muncul mendadak dan sangat hebat, mencapai puncak dalam beberapa menit atau kurang;
- disertai demam dan leher kaku;
- disertai kelemahan atau baal pada satu sisi tubuh, wajah mencong, bicara pelo, bingung, pingsan, kejang, atau gangguan penglihatan;
- muncul setelah benturan pada kepala;
- baru pertama kali muncul di atas usia 50 tahun, atau polanya berubah jelas dari biasanya;
- memburuk terus dari hari ke hari, atau dipicu batuk, mengejan, atau aktivitas fisik berat.
Periksakan diri ke dokter juga bila Anda memakai obat pereda nyeri sederhana, seperti parasetamol atau antiinflamasi nonsteroid (NSAID), selama 15 hari atau lebih per bulan. Menurut CSP, pola ini dapat menandakan sakit kepala akibat pemakaian obat berlebihan (medication overuse headache). Jangan menghentikan atau mengubah obat tanpa berbicara dengan dokter.
Bila pola sakit kepala Anda tidak cocok dengan gambaran sakit kepala tegang, pemeriksaan dokter lebih tepat sebagai langkah pertama, sebelum fisioterapi.
Apa yang bisa Anda lakukan sendiri?
- Catat buku harian sakit kepala selama 2–4 minggu: tanggal, durasi, tingkat nyeri, aktivitas sebelumnya, tidur, stres, dan obat yang diminum. CSP menyebut buku harian sebagai bagian penting penilaian.
- Kenali pemicu pribadi: Choose PT (American Physical Therapy Association, APTA) menyebut pola makan, tidur, kebiasaan gerak dan postur, stres, serta hidrasi sebagai contoh pemicu.
- Latih relaksasi dan napas perlahan: salah satu uji klinis yang dirangkum tinjauan 2023 mendapati relaksasi otot progresif pada rahang dan leher, dikombinasikan dengan napas dalam, menurunkan intensitas nyeri pada penderita sakit kepala tegang kronis.
- Ubah posisi secara berkala: posisi canggung yang bertahan lama dapat memperberat nyeri leher dan sakit kepala (Choose Physio, APA).
- Batasi pemakaian obat pereda nyeri: analgesik sederhana memang menjadi andalan untuk sakit kepala tegang episodik (Bendtsen, 2013), tetapi frekuensinya perlu dibatasi seperti dijelaskan di atas.
Apa peran fisioterapi, dan seberapa kuat buktinya?
Fisioterapi dapat menjadi bagian dari penanganan sakit kepala tegang, terutama bila ada nyeri atau kekakuan pada leher, rahang, atau otot bahu atas, dan bila kebiasaan gerak serta sikap kerja ikut berperan. Secara realistis, fisioterapis dapat:
- menggali riwayat dan buku harian sakit kepala, serta menyaring tanda bahaya yang perlu dirujuk;
- memeriksa gerak leher, tulang belakang bagian atas, rahang, dan nyeri tekan otot;
- memberi edukasi tentang pemicu dan teknik relaksasi;
- menyusun latihan untuk kapasitas otot leher dan punggung atas, termasuk program di rumah;
- memberikan terapi jaringan lunak atau mobilisasi bila sesuai;
- menilai ulang respons, lalu merujuk ke dokter bila perlu.
Seberapa kuat buktinya? Tinjauan sistematik 2023 terhadap 15 uji acak terkendali menyimpulkan bahwa belum ada protokol fisioterapi baku untuk sakit kepala tegang. Semua teknik yang diteliti menyasar area kepala–leher–rahang, dan pendekatan pada area itu dilaporkan menurunkan intensitas nyeri dan frekuensi sakit kepala dalam jangka pendek dan menengah. Hanya satu penelitian yang memantau sampai 26 minggu, yaitu mobilisasi leher dan punggung atas yang digabung dengan reedukasi postur, sehingga bukti jangka panjang masih terbatas. Tinjauan lain yang dirujuk penulis yang sama menilai kepastian buktinya rendah sampai sangat rendah, meski pendekatan non-obat tersebut aman sebagai pendamping.
Choose Physio (APA) menyebut sebagian orang dengan sakit kepala tegang mungkin terbantu oleh relaksasi, pijat, dan teknik jaringan lunak. Ulasan Bendtsen (2013) menempatkan edukasi, penenangan, dan identifikasi pemicu sebagai bagian penting penanganan non-obat, bersama terapi psikologis seperti latihan relaksasi, biofeedback EMG, dan terapi perilaku kognitif. Pada saat itu, bukti untuk fisioterapi masih sedikit. Peneliti dari University of Queensland menyebut adanya bukti awal bahwa fisioterapi dapat membantu sakit kepala tegang bila dikombinasikan dengan perawatan medis biasa.
Jadi, fisioterapi layak dipertimbangkan sebagai pendamping, bukan sebagai janji kesembuhan atau pengganti dokter. Respons tiap orang berbeda, dan pendekatan yang menggabungkan edukasi, latihan, pengelolaan tidur dan stres, serta perawatan medis bila diperlukan paling sesuai dengan bukti yang ada.
Apa langkah berikutnya?
- Ada tanda bahaya di atas: segera ke dokter atau IGD.
- Sakit kepala sering, obat pereda nyeri dipakai 15 hari atau lebih per bulan, atau pola berubah: periksakan ke dokter terlebih dahulu.
- Pola khas sakit kepala tegang, disertai leher, rahang, atau bahu yang kaku, dan aktivitas terganggu: pemeriksaan fisioterapi dapat membantu menilai gerak, kebiasaan kerja, dan program latihan yang sesuai.
Jika Anda berada di Trenggalek dan sekitarnya, Praktik Fisioterapi Wahyu Kurniawan, Ftr di Trenggalek, Jawa Timur menyediakan pemeriksaan langsung. Anda dapat melihat lokasi praktik di Google Maps atau menghubungi melalui WhatsApp.
Artikel ini bersifat edukasi dan tidak menggantikan pemeriksaan oleh tenaga kesehatan.